Tersenyum dan menyambut kemenangan setiap pagi? Ah yang bener saja, di masa sulit begini sudah untung kalau saya belum stress.
Bisnis mandek, investasi di saham hancur, kerjaan di kantor tidak ada habisnya mana bisa tersenyum setiap pagi.
Kalau saat bangun pagi, diri kita mengingatkan kita ada pekerjaan di kantor yang belum beres, atau kondisi kesehatan kita yang sedang tidak bagus, atau hal negatif yang lain yang akan membuat hari itu menjadi hari yang suram. Maka kita sudah mempersepsikan hari itu adalah hari kekalahan kita berikutnya, kita akan jadi pecundang lagi hari ini. Kalau semangat sudah hilang dari diri kita, ide kreatif untuk memecahkan masalah sudah pasti absen. Mengharapkan pertolongan orang lain? Ah jangan2 mereka malah menghindar melihat muka kita dilipat tujuh dan pasang tampang angker. Mukzizat Tuhan yang disediakan untuk kitapun terlewatkan begitu saja karena pikiran kita terlalu sibuk untuk berkeluh kesah menyesali keadaan.
Tapi kalau kita awali hari dengan senyum dan katakan pada diri kita bahwa kita akan atasai masalah dan sambut kemenangan hari ini. Dan bangun dari tempat tidur kita berdoa: Ya Tuhan, hari ini aku akan jalani hidupku dengan penuh semangat dan siap menjemput rezekimu. Aku tahu Engkau punya banyak mukzizat untuk-ku dan akan kujemput sebagian hari ini. Maka hari itu akan menjadi hari kemenangan kita, ide kreatif akan hadir dalam jiwa yang bersemangat dan pikiran yang positif.
Karena dengan senyum, keramahan dan pikiran positif, maka setiap orang yang kita jumpai akan senang dan ikut bersemangat. Bukan mustahil kalau atasan anda tiba-tiba menawarkan bantuan tambahan tenaga untuk menyelesaikan proyek yang tertunda. Atau teman lama yang baru berjumpa kembali tiba-tiba menawarkan peluang bisnis kepada anda.
Ada kisah dua orang mahasiswa mengurus permohonan bea siswa pada saat-saat terakhir. Bagian administrasi mengatakan kalau batas waktu mengajukan permohonan bea siswa adalah kemarin dan nama beserta data calon penerima beasiswa sedang dikonsolidasi untuk diranking dan direview. Salah satu mahasiswa tersebut langsung kecewa dan sambil menggerutu dia pun pergi. Sementara mahasiswa yang satu lagi, dengan tetap tersenyum menanyakan apakah boleh tetap memasukkan aplikasi karena orang tuanya baru saja kehilangan pekerjaan. Melihat senyum dan semangat mahasiswa ini, mungkin saja bagian administrasi menjadi iba dan akhirnya menerima aplikasinya.
Seminggu kemudian, keluar pengumuman dan nama mahasiswa yang memasukkan aplikasi permohonan di saat-saat terakhir rupanya masuk dalam daftar penerima beasiswa semester itu. Beberapa hari kemudian dia tahu namanya masuk karena menggantikan penerima beasiswa yang pindah ke universitas lain.
Terinspirasi burung burung yang berkicau heboh setiap pagi di pepohonan di depan dan belakang rumah menyambut datangnya pagi. Siulan mereka saling sahut meriah sekali seolah seolah sedang merayakan pesta besar setiap pagi, ya setiap pagi.
Kalau bisa ingin rasanya kutegur: Hai burung, apa kalian tidak membaca koran yang menyebutkan harga saham makin anjlok dan ekonomi makin buruk? Apa belum dengar banyak perusahaan merumahkan karyawannya karena penjualan anjlok?
Namun mungkin juga burung2 itu lebih mengerti rahasia Tuhan yang tidak pernah meninggalkan mereka dan selalu menyayangi makhluk ciptaan-Nya.
Jadi jangan biarkan diri kita mengatakan pada kita apa yang akan terjadi hari ini, tetapi kita yang mengatakan pada diri kita apa yang akan kita lakukan hari ini untuk menyambut sukses. Kalau biasanya orang menang dulu baru tersenyum, maka kita tersenyum dulu karena sudah tahu akan menang hari ini.
Kalau burung saja bisa, masak kita tidak.
Salam Kemenangan!!!
by GHS
October 28, 2009 at 3:36 AM |
Hati2 juga ketika berkspresi dengan sebuah senyuman, nanti dikira salah persepsi. maksud hati tersenyum ramah menyapa, eh malah ditanggapi dengan hasrat. berabe! berabe sangat…
Senyuman memang kudu dibisakan, agar oang disekitar kita nyaman berhadapan dengan kita. Memang sih… Susah dilakukan apalagi jika belum terbiasa…
March 5, 2010 at 4:45 PM |
Bila burung cantik berhenti berkicau
bila burung gagak tak henti berteriak
…. pertanda alam akan berduka.
tersenyum mengandung banyak makna
senyum kepedihan seolah siratkan kepasrahan
snyum seringai, snyum menawan, senyum tulus, siratkan blahblahblah …
maka senyum tuk diri sendiri akan biaskan aura ‘beningnya hati’.
* semoga masih ada artikel berikutnya untuk blog ini. Salam.