Menyambut Hari dengan Senyum Kemenangan

October 21, 2009

Tersenyum dan menyambut kemenangan setiap pagi? Ah yang bener saja, di masa sulit begini sudah untung kalau saya belum stress.
Bisnis mandek, investasi di saham hancur, kerjaan di kantor tidak ada habisnya mana bisa tersenyum setiap pagi.

Kalau saat bangun pagi, diri kita mengingatkan kita ada pekerjaan di kantor yang belum beres, atau kondisi kesehatan kita yang sedang tidak bagus, atau hal negatif yang lain yang akan membuat hari itu menjadi hari yang suram. Maka kita sudah mempersepsikan hari itu adalah hari kekalahan kita berikutnya, kita akan jadi pecundang lagi hari ini. Kalau semangat sudah hilang dari diri kita, ide kreatif untuk memecahkan masalah sudah pasti absen. Mengharapkan pertolongan orang lain? Ah jangan2 mereka malah menghindar melihat muka kita dilipat tujuh dan pasang tampang angker. Mukzizat Tuhan yang disediakan untuk kitapun terlewatkan begitu saja karena pikiran kita terlalu sibuk untuk berkeluh kesah menyesali keadaan.

Tapi kalau kita awali hari dengan senyum dan katakan pada diri kita bahwa kita akan atasai masalah dan sambut kemenangan hari ini. Dan bangun dari tempat tidur kita berdoa: Ya Tuhan, hari ini aku akan jalani hidupku dengan penuh semangat dan siap menjemput rezekimu. Aku tahu Engkau punya banyak mukzizat untuk-ku dan akan kujemput sebagian hari ini. Maka hari itu akan menjadi hari kemenangan kita, ide kreatif akan hadir dalam jiwa yang bersemangat dan pikiran yang positif.
Karena dengan senyum, keramahan dan pikiran positif, maka setiap orang yang kita jumpai akan senang dan ikut bersemangat. Bukan mustahil kalau atasan anda tiba-tiba menawarkan bantuan tambahan tenaga untuk menyelesaikan proyek yang tertunda. Atau teman lama yang baru berjumpa kembali tiba-tiba menawarkan peluang bisnis kepada anda.

Ada kisah dua orang mahasiswa mengurus permohonan bea siswa pada saat-saat terakhir. Bagian administrasi mengatakan kalau batas waktu mengajukan permohonan bea siswa adalah kemarin dan nama beserta data calon penerima beasiswa sedang dikonsolidasi untuk diranking dan direview. Salah satu mahasiswa tersebut langsung kecewa dan sambil menggerutu dia pun pergi. Sementara mahasiswa yang satu lagi, dengan tetap tersenyum menanyakan apakah boleh tetap memasukkan aplikasi karena orang tuanya baru saja kehilangan pekerjaan. Melihat senyum dan semangat mahasiswa ini, mungkin saja bagian administrasi menjadi iba dan akhirnya menerima aplikasinya.
Seminggu kemudian, keluar pengumuman dan nama mahasiswa yang memasukkan aplikasi permohonan di saat-saat terakhir rupanya masuk dalam daftar penerima beasiswa semester itu. Beberapa hari kemudian dia tahu namanya masuk karena menggantikan penerima beasiswa yang pindah ke universitas lain.

Terinspirasi burung burung yang berkicau heboh setiap pagi di pepohonan di depan dan belakang rumah menyambut datangnya pagi. Siulan mereka saling sahut meriah sekali seolah seolah sedang merayakan pesta besar setiap pagi, ya setiap pagi.
Kalau bisa ingin rasanya kutegur: Hai burung, apa kalian tidak membaca koran yang menyebutkan harga saham makin anjlok dan ekonomi makin buruk? Apa belum dengar banyak perusahaan merumahkan karyawannya karena penjualan anjlok?
Namun mungkin juga burung2 itu lebih mengerti rahasia Tuhan yang tidak pernah meninggalkan mereka dan selalu menyayangi makhluk ciptaan-Nya.

Jadi jangan biarkan diri kita mengatakan pada kita apa yang akan terjadi hari ini, tetapi kita yang mengatakan pada diri kita apa yang akan kita lakukan hari ini untuk menyambut sukses. Kalau biasanya orang menang dulu baru tersenyum, maka kita tersenyum dulu karena sudah tahu akan menang hari ini.
Kalau burung saja bisa, masak kita tidak.

Salam Kemenangan!!!
by GHS

Interview mencari Akuntan

October 14, 2009

Suasana interview perekrutan pegawai baru untuk bagian Finance di sebuah Perusahaan minyak:

Pelamar pertama yang di-interview bernama Joko berasal dari Yogyakarta. Setelah beberapa pertanyaan basa basi tentang nama, latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja, pewawancara mulai memberi pertanyaan serius: “Saya ingin tahu seberapa cepat anda berhitung sebagai seorang akuntan. Kalau perusahaan ini memproduksi 500.000 barrel per hari dan biaya operasi-nya termasuk penyusutan adalah $10/barrel sedang harga minyak adalah $20 per barrel dan pajak 35%, maka berapa laba sebelum pajak per harinya?” Joko yang lulusan terbaik dari universitas ternama di Yogya, sama sekali tidak kesulitan menjawab pertanyaan ini. Dengan sopan dia menjawab: “Kalau tidak salah laba sebelum pajak akan menjadi $5 juta per hari Pak”. Pewawancara kembali bertanya: “Apakah saudara yakin? Bagaimana kalau saya punya jawaban lain?”. Joko menjawab masih dengan sopan: “Rasanya tidak mungkin Pak, sudah pasti laba sebelum pajak-nya $5 juta per hari”.
Setelah itu Joko masih mendapat beberapa pertanyaan yang lain dan kemudian Joko dipersilahkan keluar ruangan dan diberitahu bahwa akan ada pemberitahuan melalui pos tentang hasil interview.

Pelamar kedua adalah Simatupang dari Medan. Ketika mendapat pertanyan yang sama dg Joko, dia langsung menjawab dengan lugas khas orang Sumatra Utara: “Bah itu sudah pasti laba sebelum pajaknya adalah $ 5 juta per hari”. Pewawancara kembali bertanya: “Apakah saudara yakin? Bagaimana kalau saya punya jawaban lain?”. Simatupang menjawab denga tegas: “Tak mungkinlah itu, kalau bukan $5 juta pasti salah kubilang”.
Setelah menjawab beberapa pertanyaan yang lain, dia pun dipersilahkan keluar dan diberitahu bahwa hasil interview akan dikirimkan melalui pos.

Pelamar ketiga adalah Udin dari Padang. Udin juga mendapat pertanyaan yang sama yaitu tentang berapa laba perusahaan sebelum pajak dengan variabel2 yang persis sama? Udin dengan hati-hati melihat kiri, kanan, dan mengintip keluar pintu, kemudian Udin menutup pintu ruang interview dengan rapat dan menjawab dengan setengah berbisik: “Bara rancak kito buek Pak? (Berapa bagusnya kita bikin Pak?)”. Maka dengan senyum lebar sang pewawancara langsung menjabat tangan Udin dan berkata: “Anda bisa mulai bekerja besok!”

GHS

Inovasi Doa

October 14, 2009

Diantara kita pasti banyak yang pernah mengalami didatangi Pengamen di lampu merah yang hanya bermodalkan tutup botol minuman yang dipakukan ke sebilah bambu dan nyanyinya nggak karuan. Setelah beberapa patah syair lagu dia mengetok-ketok kaca mobil meminta uang. Kita semua maklum kalau alat musik sederhananya bisa jadi alat penggores mobil yang efektif jika kita tidak memberi uang.
Atau diantara kita pasti pernah didatangi seorang pengemis yang tubuhnya masih sehat dan sempurna namun memilih jalan pintas untuk mendapatkan uang dengan meminta-minta.
Kita mungkin heran atau sedikit kesal meskipun mungkin masih mau memberikan uang sekedarnya. Intinya kita tidak suka peminta-minta yang tidak tahu diri.

Disadari atau tidak, kitapun telah seringkali menjadi peminta-minta yang tidak tahu diri. Setelah melakukan ibadah, kita umumnya berdoa meminta dilimpahkan rezeki atau memohon kesehatan. Seolah kita meminta imbalan atau upah setelah sembahyang dengan meminta rezeki dan kesehatan. Sesungguhnya ini sangat memalukan, Tuhan tidak akan berkurang sedikitpun kekuasaan-Nya ketika kita tidak menyembahnya. Pun tidak bertambah sedikitpun kekuatan-Nya karena kita menyembahnya.
Ibadah yang kita lakukan adalah sujud syukur atas semua anugerah yang telah dilimpahkan kepada kita, tanda berserah diri kepada Sang Khalik. Jadi logikanya kita tidak berhak lagi untuk meminta yang lain-lain.

Cuplikan kisah Nabi Ayyub A.S. berikut mungkin bisa memberikan inspirasi. Suatu ketika Nabi Ayyub yang sebelumnya menikmati kehidupan sejahtera, mendapat cobaan berat secera beruntun mulai dari seluruh ternaknya yang mati, seluruh ladangnya rusak dan kekeringan, anak-anaknya meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa bumi, sampai dengan Nabi Ayyub menderita sakit yang misterius. Ketika istrinya meminta Nabi Ayyub memohon kepada Tuhan untuk kesembuhannya dan agar dibebaskan dari penderitaan, maka Ayyub balik bertanya pada istrinya, ”Berapa lama kita menikmati masa hidup mewah, makmur dan sejahtera?” Istrinya menjawab ”80 tahun”. Bertanya lagi Nabi Ayyub: ”Berapa lama kita hidup dalam penderitaan ini?”. ”Tujuh tahun” jawab istrinya.
Maka Nabi Ayyub A.S. berkata ”Aku malu memohon kesembuhan kepada Allah, karena masa penderitaan kita belumlah seberapa dibanding masa kejayaan yang telah dikaruniakan Allah kepada kita”. Selanjutnya Ayyub memohon ampunan dan lindungan Allah dari godaan setan.
Sebuah sikap dan tauladan yang luar biasa yang seharusnya mengajarkan kita makna Keimanan, Kesabaran dan Doa. Barangkali kita tak kan mampu menyamai atau bahkan mendekati saja tingkat Keimanan dan Kesabaran Nabi Ayyub A.S. Namun dari kisah ini sesungguhnya bisa ditarik pelajaran untuk jangan terlalu mudah meminta dan untuk lebih tahu diri.

Sungguh keterlaluan rasanya jika kita yang sudah diberkati kesehatan, ilmu pengetahuan, kecukupan materi, masih selalu memohon minta rejeki disela-sela Ibadah kita. Apalagi sampai berdoa meminta promosi atau meminta nilai terbaik dari hasil evaluasi kinerja kita tahun lalu.
Bagaimana kalau kita mulai merubah doa-doa konvensional kita dengan doa-doa yang inovatif, positif dan lebih tahu diri. Mudah-mudahan doa kita akan lebih sering dikabulkan.
Jangan lagi berdoa meminta rezeki atau agar dagangan kita laris, tetapi berdoa-lah meminta agar Tuhan membukakan mata dan pintu hati kita untuk bisa lebih banyak membantu orang miskin dan kelaparan.
Janganlah berdoa minta dipromosi atau mendapat posisi strategis, tetapi berdoalah meminta agar semua korban lumpur porong segera mendapat ganti rugi untuk bisa membangun rumah di tempat lain. Berdoalah memohon agar bencana tidak lagi mendera rakyat yang sudah kesulitan hidup, atau berdoa agar para koruptor dibukakan pintu hatinya untuk setidaknya berhenti mencuri uang rakyat.
Gantilah doa untuk dijauhkan dari segala macam penyakit dengan doa agar orang tua, saudara atau rekan kita yang sedang sakit segera diberikan kesembuhan.
Jangan berdoa untuk diringankan cobaan yang sedang menimpa kita tetapi berdoalah untuk selalu mendapat perlindungan dan ampunan Tuhan atas segala dosa dan khilaf kita.

Selamat berdoa.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.